Sabtu, 07 April 2012



Victimae Paschali Laudes adalah Sekuensia untuk Minggu Paskah. Sekuensia (Lat: Sequentia, Ing: Sequence) adalah madah yang wajib dinyanyikan sebelum Alleluya.
64. The Sequence, which is optional except on Easter Sunday and on Pentecost Day, is sung before the Alleluia. (General Instruction of the Roman Missal (Third Typical Edition) © 2002 )
‎64. Sequentia, quae praeter quam diebus Paschae et Pentecostes, est ad libitum, cantatur ante Allelúia. (Missale Romanum 2002)

Pada suatu masa, terdapat banyak sekuensia yang digunakan dalam Perayaan Ekaristi, tetapi Konsili Trente menghapuskan semua kecuali beberapa sekuensia tertentu. Pada masa sekarang, sekuensia hanya dinyanyikan pada Misa tertentu, yakni:
1. Hari Raya Paskah: Victimae Paschali Laudes, terjemahan harfiah: Pujilah Kurban Paskah. Di Puji Syukur 518 judulnya Hai Umat Kristen, Pujilah.
2. Hari Raya Pentakosta: Veni Sancte Spiritus / Datanglah, ya Roh Kudus PS 569
3. Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus: Lauda Sion Salvatorem / Sion, Puji Penyelamat PS 556
4. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita (15 September) dan Masa Prapaskah: Stabat Mater Dolorosa / Lihat Bunda yang Berduka (PS 639)
5. Misa Requiem: Dies Irae, di Puji Syukur gak ada. Pasca KV II tidak dipakai lagi untuk Misa tapi dipertahankan untuk Ibadat Harian.

Pedoman Misa Forma Ordinaria (Forma Novus Ordo) menyebutkan sekuensia wajib dinyanyikan hanya pada Misa hari Raya Paskah dan Pentakosta, sedangkan pada hari lainnya bersifat fakultatif (boleh dinyanyikan, boleh tidak).

Kembali ke Victimae Paschali Laudes, madah ini umumnya diatributkan kepada Wipo dari Burgundia (1039), Kapelan dari Kaisar Jerman, Conrad II, pada abad ke-11. Juga tanpa alasan yang kurang jelas, madah ini diatributkan kepada Notker Balbulus (abad ke-10) oleh Kardinal Giovanni Bona, kepada Robert II dari Prancis oleh Durandus, dan bahkan kepada Adam dari St. Viktor (abad ke-13).

Berikut ini teks Latin dari Victimae Paschali Laudes:

VICTIMAE Paschali
laudes immolent Christiani.

Agnus redemit oves:
Christus innocens Patri
reconciliavit peccatores.

Mors et vita duello
conflixere mirando:
dux vitae mortuus,
regnat vivus.
Dic nobis Maria,
Quid vidisti in via?

Sepulcrum Christi viventis,
et gloriam vidi resurgentis:

Angelicos testes,
sudarium et vestes.

Surrexit Christus spes mea:
praecedet suos in Galilaeam.

Scimus Christum surrexisse
a mortuis vere:
Tu nobis, victor Rex miserere.
Amen. Alleluia.

Teks Bahasa Indonesia dari Puji Syukur 518:

Hai umat Kristen, pujilah Kristus, Sang Kurban Paskah.
Cempe menebus domba: Kristus yang tak berdosa mendamaikan kita dengan Bapa.
Maut dan kehidupan dahsyat saling menyerang:
Sang Hidup yang mati, bangkit jaya.
Katakan, Maria, yang kaulihat di jalan!
Kubur dan kemuliaan Sang Kristus yang hidup serta bangkit:
Saksi malaikat, kain peluh dan kafan.
Kristus, harapanku bangkit, mendahului ke Galilea.
Kita yakin Kristus bangkit dari kematian: Kau Raja Pemenang, kasihanilah. Amin. Alleluya.


Bersama artikel ini, Indonesian Papist mengucapkan: Selamat Hari Raya Paskah, selamat mengenangkan dan menghidupi Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Pax et Bonum

Referensi:
3. Victimae Paschali Laudes Immolent Christiani oleh Catholic Encyclopedia