Sabtu, 30 Maret 2013


Yesus turun ke tempat penantian
Dimanakah Kristus setelah kematian-Nya pada hari Jumat dan sebelum Ia bangkit pada Minggu Paskah? Sebagaimana yang kita ucapkan pada Syahadat (Credo), Ia turun ke tempat penantian. Pater Embuiru, SVD sekali waktu pernah memberikan katekese mengenai Kristus Turun Ke Tempat Penantian, silahkan klik link ini

Baik Kitab Suci dan Tradisi Suci juga menegaskan bahwa Kristus turun ke tempat penantian sebelum Ia bangkit. Kitab Suci menyatakan:
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara. ... Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.” (1 Pet 3:18-19, 4:6)
Sementara itu, Katekismus Gereja Katolik menjelaskan pula bahwa Kristus “turun ke tempat ini sebagai Penyelamat dan memaklumkan warta gembira kepada jiwa-jiwa yang tertahan di sana (KGK 632) agar orang-orang mati mendengar suara Anak Allah... dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup.”(KGK 635). Penjelasan dari Katekismus Gereja Katolik dapat dilihat di artikel ini.

Terdapat pula homili tua dari abad ke-2 mengenai Kristus yang turun ke tempat penantian untuk membebaskan jiwa-jiwa yang tertawan. Berikut ini terjemahannya oleh admin:
Sesuatu yang aneh sedang terjadi - Hari ini kesunyian besar meraja di bumi, kesunyian besar dan keheningan besar. Kesunyian besar karena Sang Raja sedang tertidur. Dunia gemetar dan ia menjadi bisu karena Allah telah jatuh tertidur dalam daging dan Ia telah membangkitkan semua orang yang telah tidur sejak dunia dijadikan. Allah telah meninggal dalam daging dan neraka gemetar ketakutan.

Ia telah pergi mencari Adam, leluhur kita, layaknya mencari domba yang hilang. Ia hendak mengunjungi mereka yang hidup dalam kegelapan dan dalam bayangan maut. Ia datang supaya membebaskan Adam yang tertawan dan Hawa yang turut tertangkap itu dari dukacitanya. Tuhan mendekati mereka menggunakan Salib, senjata yang telah memberikan kemenangan. Di hadapan-Nya; Adam, manusia pertama yang Ia ciptakan, memukul dadanya dalam ketakutan dan berteriak kepada semua orang: “Tuhanku bersamamu semuanya.” Kristus menjawab Adam: “Dan bersama rohmu.” Kristus memegang tangannya dan mengangkat dia, sembari berkata: “Bangunlah, oh yang tertidur, dan bangkitlah dari kematian dan Kristus akan memberikan engkau terang.”

“Akulah Allahmu yang demi kamu telah menjadi anakmu. Oleh cinta untukmu dan keturunanmu, Aku sekarang dengan otoritas-Ku memerintahkan semua yang dalam perbudakan untuk maju, semua yang dapat kegelapan untuk dicerahkan, semua yang sedang tidur untuk bangkit. Aku memerintahkan kamu, oh yang tertidur, untuk bangun. Aku tidak menciptakan engkau untuk menjadi tahanan di neraka. Bangkitlah dari kematian karena Akulah kehidupan orang mati. Bangkitlah, raihlah tangan-Ku, wahai engkau yang diciptakan dalam citra-Ku. Bangkitlah, marilah kita tinggalkan tempat ini, karena engkau di dalam Aku dan Aku di dalam engkau; bersama kita menjadi satu dan tak terpisahkan.

Oleh karena kamu, Aku Allahmu menjadi anakmu; Aku Tuhanmu mengambil rupa seorang hamba; Aku, yang tinggal di atas surga, turun ke bumi dan ke bawah bumi. Oleh karena kamu, oleh karena manusia, Aku menjadi seorang manusia tanpa pertolongan, bebas dari antara orang mati. Oleh karena kamu yang telah meninggalkan taman,  aku diserahkan kepada orang Yahudi di sebuah taman, dan aku disalibkan di sebuah taman.

Lihatlah wajah-Ku ludah-ludah yang Aku terima untuk mengembalikanmu kepada hidup yang pernah saya hembuskan kepadamu. Lihatlah di wajah-Ku tanda-tanda pukulan yang Aku terima untuk membentuk kembali kodratmu yang rusak dalam citra-Ku. Di punggung-Ku lihatlah tanda-tanda cambukan yang Aku terima untuk menghapus beban dosa yang membebani punggungmu. Lihatlah tangan-Ku, dipaku kuat kepada kayu pohon demi engkau yang yang pernah dengan jahat mengulurkan tanganmu ke sebuah pohon.

Aku tertidur di kayu salib dan sebuah pedang menikam lambung-ku bagi engkau yang tertidur di firdaus dan melahirkan Hawa dari dadamu. Lambung-Ku telah menyembuhkan luka di dadamu. Tidurku telah membangkitkan engkau dari tidurmu di neraka. Pedang yang menikam-Ku telah menyelubungi pedang yang berbalik melawan engkau.

Bangkitlah. Marilah kita tinggalkan tempat ini. Musuh memimpinmu keluar dari firdaus duniawi. Aku tidak akan mengembalikan engkau ke firdaus itu tetapi  akan mentahtakan engkau di surga. Aku melarang engkau [mengambil buah] pohon yang hanyalah sebuah simbol kehidupan, tetapi lihatlah Aku yang adalah hidup itu sendiri sekarang bersamamu. Aku mengangkat kerubim untuk melindungi engkau layaknya hamba yang dilindungi, tetapi sekarang aku membuat mereka menyembah kepada-Mu sebagai yang ilahi. Tahta yang dibentuk oleh kerubim menunggumu, pembawa tahtanya cepat dan bersemangat. Kamar mempelai telah dihiasi, perjamuan sudah siap dan tempat tinggal yang kekal telah disiapkan, rumah harta karun dari segala sesuatu yang baik telah terbuka. Kerajaan Surga telah disiapkan untukmu dari segala keabadian.”
Demikianlah homili dan katekese Sabtu Suci ini, semoga bermanfaat dan membantu kita memaknai Triduum Paskah ini.
Pax et Bonum