Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Angelus, Paus Leo XIV: Minggu, 27 Juli 2025

  Lapangan Santo Petrus Minggu, 27 Juli 2025 ________________________________________ Saudara-saudari terkasih, selamat hari Minggu! Injil hari ini menyajikan Yesus yang mengajarkan doa Bapa Kami kepada murid-murid-Nya (bdk. Luk 11:1-13). Doa inilah yang mempersatukan seluruh umat Kristiani, di mana Tuhan mengundang kita untuk menyapa Allah sebagai "Abba," "Bapa," dengan "kesederhanaan, kepercayaan bakti... keberanian, dan keyakinan untuk dikasihi" seperti anak kecil (Katekismus Gereja Katolik, 2778). Katekismus Gereja Katolik mengungkapkan hal ini dengan sangat baik: "Demikianlah Doa Bapa Kami menyingkapkan kita kepada diri kita sendiri sekaligus menyingkapkan Bapa kepada kita" (ibid., 2783). Sungguh, betapa benarnya hal ini, karena semakin kita berdoa dengan keyakinan kepada Bapa Surgawi kita, semakin kita menyadari bahwa kita adalah anak-anak terkasih dan semakin kita mengenal kebesaran kasih-Nya (bdk. Rm. 8:14-17). Injil hari ini selanjut...

Angelus, Paus Leo XVI: Minggu, 20 Juli 2025

 ANGELUS Piazza della Libertà (Castel Gandolfo) Minggu, 20 Juli 2025       Saudara-saudari terkasih, selamat hari Minggu! Liturgi hari ini mengajak kita untuk merenungkan keramahtamahan yang ditunjukkan oleh Abraham dan istrinya, Sara, dan kemudian oleh saudari-saudari Marta dan Maria, yang merupakan sahabat-sahabat Yesus (bdk. Kej 18:1-10; Luk 10:38-42). Setiap kali kita diundang ke Perjamuan Kudus dan ikut serta dalam perjamuan Ekaristi, Allah sendirilah yang "datang untuk melayani kita" (bdk. Luk 12:37). Namun, Allah terlebih dahulu tahu apa artinya menjadi tamu, dan hari ini juga, Ia berdiri di pintu kita dan mengetuk (bdk. Why 3:20). Dalam bahasa Italia, kata yang sama dapat berarti "tamu" dan "tuan rumah". Pada hari Minggu musim panas ini, marilah kita merenungkan interaksi antara memberi dan menerima keramahtamahan, karena tanpanya hidup kita akan terasa hampa. Kerendahan hati dibutuhkan untuk menawarkan keramahtamahan, tetapi juga untuk menerimany...

Angelus, Paus Leo XIV: Minggu 13 Juli 2025

Liberty Square - Piazza della Libertà (Castel Gandolfo)   Minggu, 13 Juli 2025      Saudara-saudari terkasih, Selamat hari Minggu! Injil hari ini dimulai dengan sebuah pertanyaan besar yang diajukan kepada Yesus : "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (Luk. 10:25). Kata-kata itu mengungkapkan kerinduan yang terus-menerus dalam hidup kita: kerinduan kita akan keselamatan, akan keberadaan yang bebas dari kegagalan, kejahatan, dan kematian. Harapan hati manusia ini digambarkan sebagai sesuatu yang harus "diwarisi", bukan sesuatu yang harus diperoleh dengan paksa, diminta, atau dinegosiasikan. Hidup kekal, yang hanya dapat diberikan oleh Allah, dianugerahkan kepada kita sebagai warisan, sebagaimana orang tua melakukannya kepada anak-anak mereka.

Angelus Paus Leo XIV, Minggu 6 Juli 2025

  📷 Vatican Media Angelus Saudara-saudari terkasih, selamat hari Minggu! Injil hari ini ( Luk 10:1-12, 17-20) mengingatkan kita akan pentingnya misi yang harus kita jalani, sesuai dengan panggilan kita masing-masing dan dalam situasi khusus di mana Tuhan telah menempatkan kita. Yesus mengutus tujuh puluh dua murid (ayat 1). Angka simbolis ini menunjukkan bahwa harapan Injil ditujukan bagi semua orang, karena seperti itulah luasnya hati Allah dan berlimpahnya hasil panen-Nya. Sesungguhnya, Allah terus bekerja di dunia ini agar semua anak-Nya dapat mengalami kasih-Nya dan diselamatkan. Pada saat yang sama, Yesus berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian-Nya” (ayat 2). Di satu sisi, Tuhan, seperti seorang penabur, telah dengan murah hati pergi ke dunia, sepanjang sejarah, dan menabur di hati manusia keinginan akan yang tak terbatas, akan kehidupan yang terpenuhi dan a...

Renungan Hari Ini