Langsung ke konten utama

Gereja Katolik Timur: Katolik Yunani-Rumania

Major Archbishop Lucian Mureşan of Făgăraş şi Alba Iulia

Gereja ini berakar dari Rumania. Dalam usaha untuk memahami Gereja ini, seseorang harus mengetahui sejarah wilayah ini.

Selama hampir 19 abad, telah bertempat tinggal di bagian tenggara Eropa – di tanah yang secara historis dikenal sebagai “Dacia Felix” – sekelompok penduduk yang berasal dari Roma. Negara ini adalah dan tetap adalah sebuah pulau yang dikelilingi oleh Laut Slavia. Negara Rumania muncul dari perpaduan Kolonis dan Legioner Roma, yang dibawa ke Dacia oleh Kaisar Trajan pada tahun 101, dengan unsur pribumi Dacia. Periode perkembangan negara Rumania berlangsung selama beberapa abad.

Selama masa tersebut, ada gangguan secara konstan yang disebabkan oleh invasi suku-suku dari Timur, yang menyapu bersih wilayah yang didiami oleh orang-orang Daco-Roman. Para misionaris dari Roma mengkristenkan populasi ini. Pada abad ke-11, Orang-orang Bulgaria memaksakan Yurisdiksi dan ritual Bizantium kepada orang-orang Rumania.
 

Bagaimanapun juga, keinginan untuk bersatu kembali dengan Tahta Roma selalu terpelihara dalam hati orang-orang Rumania meskipun mengalami kekerasan politik dan tekanan religius. Pada tahun 1700, orang-orang Rumania yang tinggal di Transylvania telah bersatu kembali dengan Tahta Roma, dan memasuki kembali Gereja Universal. Gereja inilah yang memberikan kebudayaan dan kesadaran nasional kepada Bangsa Rumania; memuncak dengan cepat pada tahun 1918 dalam reintegrasi politik dari semua Provinsi orang-orang Rumania menjadi satu negara Rumania.

Pada 1 Desember 1948, Rezim berkuasa Soviet menindas Gereja Katolik Byzantium di Rumania. Kebanyakan hierarki, klerus dan umat Katolik Byzantium  dimasukkan ke dalam penjara atau dikirim ke kamp pekerja karena menolak untuk meninggalkan iman Katolik mereka. Semua uskup dan banyak klerus meninggal di penjara. Pada tahun 1989, setelah revolusi antikomunis, dekrit pertama dari rezim yang baru adalah pengembalian lagi Gereja Katolik Yunani-Rumania. Kepala Gereja Katolik Yunani-Rumania saat ini adalah Major Archbishop (Uskup Agung Utama) Lucian Mureşan dari Major Archdiocese (Keuskupan Agung Utama) of Făgăraş şi Alba Iulia


Eparchy of Canton His Grace, Bishop John Michael Botean Chancery Office 1121 44th Street, N.E. Canton, Ohio 44714 Phone: 330-492-4086 Fax: 330-493-1416 Website: http://www.romaniancatholic.org   

Renungan Hari Ini

Postingan Populer

Respon terhadap Respon Romo Daniel Bambang dari Gereja Orthodox Indonesia

Para Kepala Gereja Katolik Timur Hari ini, Kamis 17 Mei 2012, tepat pada Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, saya menghadiri seminar sehari di Bandung yang diadakan oleh Gereja Orthodox Indonesia dengan Romo Daniel Bambang sendiri selaku Pemimpin Gereja Orthodox Indonesia sebagai narasumber utamanya (Di Ortodoks, terdapat pula hierarki seperti Diakon, Imam dan Uskup). Judul seminar itu adalah “Di Manakah Gereja Para Rasul Sekarang?”. Dalam seminar ini, hadir berbagai peserta dari berbagai latar belakang agama berbeda. Ada dari agama Islam, Protestan, Konghucu, Buddha dsb. Seminar ini diadakan hasil kerjasama Gereja Orthodox Indonesia bersama Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) dan komunitas Layar Kita.

Doa-doa Dasar dalam Bahasa Latin

Bahasa Latin telah lama menjadi bahasa resmi Gereja Katolik. Berbagai dokumen resmi Gereja ditulis dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan ke bahasa lainnya. Bahasa Latin berfungsi sebagai ikatan untuk ibadah/ penyembahan Katolik, menyatukan orang-orang dari setiap bangsa dalam perayaan Liturgi Suci, yang memungkinkan mereka untuk menyanyi dan merespon dalam ibadah umum.[1] Pada zaman kuno, Latin adalah bahasa umum hukum dan bisnis, seperti bahasa Inggris yang digunakan masa kini. Pada abad ke-5, karena Kekaisaran Romawi runtuh, Gereja muncul sebagai kekuatan budaya penyeimbang, mempertahankan penggunaan bahasa Latin sebagai sarana untuk persatuan. Bahasa Latin, sebagai bahasa mati di masa kini, bukanlah milik suatu negara. Karena Gereja adalah untuk “semua bangsa, suku dan bangsa,” (Wahyu 11:09) maka sangatlah tepat bahwa Gereja menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa resminya. [2] Signum Crucis / Tanda Salib In nómine Pátris et Fílii et Spíritus Sáncti. ...

Sejarah Terbentuknya Kitab Suci Bagian I

DARIMANA ASALNYA ALKITAB? Saya pernah membawakan suatu materi pada Bina Rohani siswa-siswi Katolik SMA se-Sorowako dan materi yang saya bawakan pada waktu itu adalah sejarah terbentuknya Alkitab. Saat memulai presentasi, saya membawa 2 buah Alkitab. Yang satu Alkitab Katolik yang lengkap dengan tujuh Deuterokanoika sedangkan Alkitab satunya lagi adalah Alkitab versi Protestan yang tidak memiliki kitab-kitab Deuterokanonika. Saya mengatakan kepada mereka bahwa di tangan saya ada 2 macam Alkitab, Alkitab Katolik dan Alkitab Protestan. Saya bertanya kepada mereka apa yang membedakan kedua Alkitab ini dan ternyata mereka mengetahui letak perbedaannya adalah pada ada tidaknya kitab-kitan Deuterokanonika tersebut. Lalu saya mengajukan pertanyaan berikutnya, “Jikalau Alkitab versi Katolik memiliki tujuh kitab Deuterokanonika dan Alktab verso Protestan tidak, lalu manakah yang benar: Gereja Katolik-lah yang telah menambah isi Alkitab dengan tujuh kitab Deuterokanonika itu...