Langsung ke konten utama

PRAYER FOR THE UNBORN CHILD

PRAYER FOR THE UNBORN CHILD


Almighty God, our Father,
you who have given us life 
and intended us to have it forever, 
grant us your blessings. 
Enlighten our minds to an awareness 
and to a renewed conviction 
that all human life is sacred 
because it is created 
in your image and likeness.  
Help us to teach by word 
and the example of our lives 
that life occupies the first place, 
that human life is precious 
because it is the gift of God 
whose love is infinite.  
Give us the strength to defend human life 
against every influence 
or action that threatens or weakens it, 
as well as the strength 
to make every life more human 
in all its aspects.  

Give us the grace...

When the sacredness of life 
before birth is attacked, 
to stand up and proclaim 
that no one ever has the authority 
to destroy unborn life.

When a child is described as a burden 
or is looked upon only as a means 
to satisfy an emotional need, 
to stand up 
and insist that every child is a unique 
and unrepeatable gift of God, 
a gift of God 
with a right to a loving 
and united family.

When the institution of marriage 
is abandoned to human selfishness 
or reduced to a temporary conditional arrangement 
that can easily be terminated, 
to stand up and affirm 
the indissolubility of the marriage bond.

When the value of the family is threatened 
because of social and economic pressure, 
to stand up and reaffirm 
that the family is necessary 
not only for the private good of every person, 
but also for the common good of every society, 
nation and state.

When freedom is used to dominate the weak, 
to squander natural resources and energy, 
to deny basic necessities to people, 
to stand up and affirm 
the demands of justice and social love.

Almighty Father, 
give us courage to proclaim the supreme dignity 
of all human life and to demand 
that society itself give its protection.  
We ask this in your name, 
through the redemptive act 
of your Son and in the Holy Spirit.

Amen.

(Adapted from Pope John Paul II's homily of October 7, 1979.)

Renungan Hari Ini

Postingan Populer

Respon terhadap Respon Romo Daniel Bambang dari Gereja Orthodox Indonesia

Para Kepala Gereja Katolik Timur Hari ini, Kamis 17 Mei 2012, tepat pada Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, saya menghadiri seminar sehari di Bandung yang diadakan oleh Gereja Orthodox Indonesia dengan Romo Daniel Bambang sendiri selaku Pemimpin Gereja Orthodox Indonesia sebagai narasumber utamanya (Di Ortodoks, terdapat pula hierarki seperti Diakon, Imam dan Uskup). Judul seminar itu adalah “Di Manakah Gereja Para Rasul Sekarang?”. Dalam seminar ini, hadir berbagai peserta dari berbagai latar belakang agama berbeda. Ada dari agama Islam, Protestan, Konghucu, Buddha dsb. Seminar ini diadakan hasil kerjasama Gereja Orthodox Indonesia bersama Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) dan komunitas Layar Kita.

Doa-doa Dasar dalam Bahasa Latin

Bahasa Latin telah lama menjadi bahasa resmi Gereja Katolik. Berbagai dokumen resmi Gereja ditulis dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan ke bahasa lainnya. Bahasa Latin berfungsi sebagai ikatan untuk ibadah/ penyembahan Katolik, menyatukan orang-orang dari setiap bangsa dalam perayaan Liturgi Suci, yang memungkinkan mereka untuk menyanyi dan merespon dalam ibadah umum.[1] Pada zaman kuno, Latin adalah bahasa umum hukum dan bisnis, seperti bahasa Inggris yang digunakan masa kini. Pada abad ke-5, karena Kekaisaran Romawi runtuh, Gereja muncul sebagai kekuatan budaya penyeimbang, mempertahankan penggunaan bahasa Latin sebagai sarana untuk persatuan. Bahasa Latin, sebagai bahasa mati di masa kini, bukanlah milik suatu negara. Karena Gereja adalah untuk “semua bangsa, suku dan bangsa,” (Wahyu 11:09) maka sangatlah tepat bahwa Gereja menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa resminya. [2] Signum Crucis / Tanda Salib In nómine Pátris et Fílii et Spíritus Sáncti. ...

Sejarah Terbentuknya Kitab Suci Bagian I

DARIMANA ASALNYA ALKITAB? Saya pernah membawakan suatu materi pada Bina Rohani siswa-siswi Katolik SMA se-Sorowako dan materi yang saya bawakan pada waktu itu adalah sejarah terbentuknya Alkitab. Saat memulai presentasi, saya membawa 2 buah Alkitab. Yang satu Alkitab Katolik yang lengkap dengan tujuh Deuterokanoika sedangkan Alkitab satunya lagi adalah Alkitab versi Protestan yang tidak memiliki kitab-kitab Deuterokanonika. Saya mengatakan kepada mereka bahwa di tangan saya ada 2 macam Alkitab, Alkitab Katolik dan Alkitab Protestan. Saya bertanya kepada mereka apa yang membedakan kedua Alkitab ini dan ternyata mereka mengetahui letak perbedaannya adalah pada ada tidaknya kitab-kitan Deuterokanonika tersebut. Lalu saya mengajukan pertanyaan berikutnya, “Jikalau Alkitab versi Katolik memiliki tujuh kitab Deuterokanonika dan Alktab verso Protestan tidak, lalu manakah yang benar: Gereja Katolik-lah yang telah menambah isi Alkitab dengan tujuh kitab Deuterokanonika itu...