Langsung ke konten utama

Apakah Kristus mewariskan Gereja atau Alkitab kepada kita?

Ada hampir tiga dasawarsa antara Penyaliban dan buku pertama Perjanjian Baru dan ada hampir delapan dekadre antara Penyaliban dan kitab yang terakhir dari Perjanjian Baru. Dua generasi setidaknya tidak pernah tahu tentang Kitab Wahyu, salah satu kitab yang paling kritis dalam Alkitab. Banyak orang Kristen sudah mati demi Kristus sebelum mereka pernah mendengar kata-kata Paulus, karena alasan sederhana bahwa Paulus belum menulis surat-suratnya. Memang, setidaknya satu orang Kristen meninggal sebagai akibat langsung dari Paulus sendiri: Stefanus. Apakah kita kemudian untuk mengecualikan Stefanus dari keselamatan karena ia tidak pernah menerima ajaran Paulus?


Semua ajaran para rasul adalah ajaran "tradisional", tidak "tertulis - tradisional" dalam arti sebenarnya dari istilah tersebut, dari bahasa Latin "tradere," "untuk menyerahkan (...gagasan "perdagangan," juga berasal dari kata kerja itu, menyiratkan terjadi pertukaran).

Alkitab adalah bagian tertulis dari Tradisi, seperti yang secara berlimpah dibuktikan oleh Yohanes sendiri pada akhir dari Injilnya, di mana dia mengatakan bahwa "banyak hal lain yang dilakukan dan dikatakan Yesus sehingga jika mereka semua ditulis bawah dunia itu sendiri tidak akan cukup besar untuk menampung buku yang harus ditulis untuk menampung mereka. "  Bahkan diambil dalam arti yang
paling detil, kata-kata "inescapably" berarti bahwa sama sekali tidak bisa Alkitab diambil sebagai catatan lengkap tentang segala sesuatu yang Yesus lakukan, katakan, atau ajarkan.
 
Sebagian besar keyakinan dan praktik yang dikutuk oleh Fundamentalis adalah bahwa umat Katolik berakar pada Tradisi Suci, bagian tidak tertulis, meski juga harus dipahami bahwa tidak ada Tradisi, bagaimanapun berlangsung lamanya, yang mungkin bertentangan dengan Kitab Suci.

Wahyu Ilahi adalah satu potongan utuh, bukan kain perca yang bisa diambil dan dipilih hal-hal yang menyenangkan dan membuang hal-hal yang dapat mengancam kita.

Keselamatan dan wahyu adalah satu paket - mereka pergi bersama-sama, dan kita menerima mereka semua atau tidak sama sekali.

http://www.catholic.com/thisrock/quickquestions/?qid=849

diterjemahkan oleh Biji Sesawi

Renungan Hari Ini

Postingan Populer

Respon terhadap Respon Romo Daniel Bambang dari Gereja Orthodox Indonesia

Para Kepala Gereja Katolik Timur Hari ini, Kamis 17 Mei 2012, tepat pada Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, saya menghadiri seminar sehari di Bandung yang diadakan oleh Gereja Orthodox Indonesia dengan Romo Daniel Bambang sendiri selaku Pemimpin Gereja Orthodox Indonesia sebagai narasumber utamanya (Di Ortodoks, terdapat pula hierarki seperti Diakon, Imam dan Uskup). Judul seminar itu adalah “Di Manakah Gereja Para Rasul Sekarang?”. Dalam seminar ini, hadir berbagai peserta dari berbagai latar belakang agama berbeda. Ada dari agama Islam, Protestan, Konghucu, Buddha dsb. Seminar ini diadakan hasil kerjasama Gereja Orthodox Indonesia bersama Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) dan komunitas Layar Kita.

Doa-doa Dasar dalam Bahasa Latin

Bahasa Latin telah lama menjadi bahasa resmi Gereja Katolik. Berbagai dokumen resmi Gereja ditulis dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan ke bahasa lainnya. Bahasa Latin berfungsi sebagai ikatan untuk ibadah/ penyembahan Katolik, menyatukan orang-orang dari setiap bangsa dalam perayaan Liturgi Suci, yang memungkinkan mereka untuk menyanyi dan merespon dalam ibadah umum.[1] Pada zaman kuno, Latin adalah bahasa umum hukum dan bisnis, seperti bahasa Inggris yang digunakan masa kini. Pada abad ke-5, karena Kekaisaran Romawi runtuh, Gereja muncul sebagai kekuatan budaya penyeimbang, mempertahankan penggunaan bahasa Latin sebagai sarana untuk persatuan. Bahasa Latin, sebagai bahasa mati di masa kini, bukanlah milik suatu negara. Karena Gereja adalah untuk “semua bangsa, suku dan bangsa,” (Wahyu 11:09) maka sangatlah tepat bahwa Gereja menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa resminya. [2] Signum Crucis / Tanda Salib In nómine Pátris et Fílii et Spíritus Sáncti. ...

Sejarah Terbentuknya Kitab Suci Bagian I

DARIMANA ASALNYA ALKITAB? Saya pernah membawakan suatu materi pada Bina Rohani siswa-siswi Katolik SMA se-Sorowako dan materi yang saya bawakan pada waktu itu adalah sejarah terbentuknya Alkitab. Saat memulai presentasi, saya membawa 2 buah Alkitab. Yang satu Alkitab Katolik yang lengkap dengan tujuh Deuterokanoika sedangkan Alkitab satunya lagi adalah Alkitab versi Protestan yang tidak memiliki kitab-kitab Deuterokanonika. Saya mengatakan kepada mereka bahwa di tangan saya ada 2 macam Alkitab, Alkitab Katolik dan Alkitab Protestan. Saya bertanya kepada mereka apa yang membedakan kedua Alkitab ini dan ternyata mereka mengetahui letak perbedaannya adalah pada ada tidaknya kitab-kitan Deuterokanonika tersebut. Lalu saya mengajukan pertanyaan berikutnya, “Jikalau Alkitab versi Katolik memiliki tujuh kitab Deuterokanonika dan Alktab verso Protestan tidak, lalu manakah yang benar: Gereja Katolik-lah yang telah menambah isi Alkitab dengan tujuh kitab Deuterokanonika itu...