Langsung ke konten utama

Mengapa ada iklan di Indonesian Papist?


Pertama-tama saya ingin mengucapkan minta maaf bila para pembaca terganggu dengan adanya iklan ini. Di Indonesian Papist terdapat dua space untuk iklan di mana penyedia iklan membayar untuk setiap klik yang dilakukan pengunjung situs kepada admin Indonesian Papist melalui Paypal. Space untuk iklan tersebut dapat dilihat di skrinsut ini:



Alasan saya untuk memasang iklan ini adalah untuk mengumpulkan uang demi membeli beberapa buku Katolik dari luar negeri sebagai berikut:
1. Sacra Liturgia 2013 berisi tentang Liturgi Suci dalam Kehidupan dan Misi Gereja yang akan terbit tahun 2014 ini.

2.  Divine Love Made Flesh oleh Cardinal Burke tentang Ekaristi.
3. Dua buku Dietrich von Hildebrand, The Devastated Vineyard dan Trojan Horse in the City of God.

4. The Reform of Roman Liturgy karya Monsinyur Klaus Gamber.
5. The Spirit of Liturgy karya Paus Benediktus XVI. 

Isi iklan muncul secara acak dan selalu berbeda setiap kali pembaca membuka situs ini. Secara umum, saya atur kategori kedua iklan ini aman dan bebas dari material dewasa. Meskipun demikian, saya tidak bisa mengatur secara detail link-link apa saja yang ditampilkan. Saya hanya bisa mengontrol kategori iklannya secara umum saja. Bila ada iklan yang dianggap "material dewasa", silahkan sampaikan di komentar pada artikel ini dan dengan demikian saya akan mengganti penyedia iklan tersebut.

Saya mengucapkan terimakasih bagi para pembaca yang mengklik iklan-iklan tersebut. Semoga dengan informasi ini para pembaca tetap nyaman untuk membaca berbagai artikel yang ada di Indonesian Papist.

pax et bonum

Renungan Hari Ini

Postingan Populer

Respon terhadap Respon Romo Daniel Bambang dari Gereja Orthodox Indonesia

Para Kepala Gereja Katolik Timur Hari ini, Kamis 17 Mei 2012, tepat pada Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, saya menghadiri seminar sehari di Bandung yang diadakan oleh Gereja Orthodox Indonesia dengan Romo Daniel Bambang sendiri selaku Pemimpin Gereja Orthodox Indonesia sebagai narasumber utamanya (Di Ortodoks, terdapat pula hierarki seperti Diakon, Imam dan Uskup). Judul seminar itu adalah “Di Manakah Gereja Para Rasul Sekarang?”. Dalam seminar ini, hadir berbagai peserta dari berbagai latar belakang agama berbeda. Ada dari agama Islam, Protestan, Konghucu, Buddha dsb. Seminar ini diadakan hasil kerjasama Gereja Orthodox Indonesia bersama Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) dan komunitas Layar Kita.

Doa-doa Dasar dalam Bahasa Latin

Bahasa Latin telah lama menjadi bahasa resmi Gereja Katolik. Berbagai dokumen resmi Gereja ditulis dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan ke bahasa lainnya. Bahasa Latin berfungsi sebagai ikatan untuk ibadah/ penyembahan Katolik, menyatukan orang-orang dari setiap bangsa dalam perayaan Liturgi Suci, yang memungkinkan mereka untuk menyanyi dan merespon dalam ibadah umum.[1] Pada zaman kuno, Latin adalah bahasa umum hukum dan bisnis, seperti bahasa Inggris yang digunakan masa kini. Pada abad ke-5, karena Kekaisaran Romawi runtuh, Gereja muncul sebagai kekuatan budaya penyeimbang, mempertahankan penggunaan bahasa Latin sebagai sarana untuk persatuan. Bahasa Latin, sebagai bahasa mati di masa kini, bukanlah milik suatu negara. Karena Gereja adalah untuk “semua bangsa, suku dan bangsa,” (Wahyu 11:09) maka sangatlah tepat bahwa Gereja menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa resminya. [2] Signum Crucis / Tanda Salib In nómine Pátris et Fílii et Spíritus Sáncti. ...

Sejarah Terbentuknya Kitab Suci Bagian I

DARIMANA ASALNYA ALKITAB? Saya pernah membawakan suatu materi pada Bina Rohani siswa-siswi Katolik SMA se-Sorowako dan materi yang saya bawakan pada waktu itu adalah sejarah terbentuknya Alkitab. Saat memulai presentasi, saya membawa 2 buah Alkitab. Yang satu Alkitab Katolik yang lengkap dengan tujuh Deuterokanoika sedangkan Alkitab satunya lagi adalah Alkitab versi Protestan yang tidak memiliki kitab-kitab Deuterokanonika. Saya mengatakan kepada mereka bahwa di tangan saya ada 2 macam Alkitab, Alkitab Katolik dan Alkitab Protestan. Saya bertanya kepada mereka apa yang membedakan kedua Alkitab ini dan ternyata mereka mengetahui letak perbedaannya adalah pada ada tidaknya kitab-kitan Deuterokanonika tersebut. Lalu saya mengajukan pertanyaan berikutnya, “Jikalau Alkitab versi Katolik memiliki tujuh kitab Deuterokanonika dan Alktab verso Protestan tidak, lalu manakah yang benar: Gereja Katolik-lah yang telah menambah isi Alkitab dengan tujuh kitab Deuterokanonika itu...