Senin, 31 Oktober 2011


Artikel blog ini beberapa waktu lalu yang berjudul "Tabut Perjanjian dan Bunda Maria" membahas mengenai perbandingan antara Bunda Maria dengan Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian adalah prefigur / gambaran awal dan Bunda Maria adalah Tabut Perjanjian yang baru dan sempurna karena Bunda Maria membawa Allah di dalam rahimnya.

Dengan berdasarkan pengajaran bahwa Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian yang baru dan sempurna ini, saya hendak menunjukkan sekaligus membela salah satu dogma Gereja Katolik mengenai Bunda Maria yaitu Dogma Maria Dikandung Tanpa Noda. Dogma ini adalah salah satu dogma yang kerap ditolak oleh Protestan dan Ortodoks. Artikel ini akan menyertakan pembelaan berdasarkan Kitab Suci, Pengajaran Para Bapa Gereja serta Kuasa Mengajar (Magisterium) Gereja.

Dalam Keluaran 25:10,16,18,22 ; Allah memerintahkan Musa untuk membuat  Tabut Perjanjian disertai dengan dua kerub.
Kel 25:10 "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
Kel 25:16 Dalam tabut itu haruslah kautaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.
Kel 25:18 Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.
Kel 25:22 Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."
Perhatikan bahwa Kerub tersebut berada di kedua sisi dari tempat Allah berada. Dan Kitab Suci mengatakan bahwa Imam Besar sekalipun tidak boleh mendekati Tabut sampai ia dimurnikan dari dosa. (Imamat 6:2-11 Ibrani 9:3-7). Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Allah beserta tempat kediamanNya (Tabut) tidak dapat sekalipun mengalami noda dosa.

Prefigur atau tipe awal lain dari Maria, yang jarang kita jumpai dalam apologetika atas dogma Maria Dikandung Tanpa Noda, adalah Taman Eden, “tempat kediaman” Allah yang lain. Di sini dua Bapa Gereja Perdana mengajarkan Bunda Maria sebagai gambaran sempurna dari Taman Eden.

O virgin who surpasses Eden's garden of delights!
 St. Theodotus of Ancyra, On the Nativity of Our Savior, 2


God’s Eden is Mary; in her there is no serpent that harms...., no Eve that kills, but from her springs the Tree of Life that restores the exiles of Eden.
 St. Ephraim, On the Annunciation of the Mother of God, hymn 3:30

Dokumen Ineffabilis Deus mereferensikan Maria sebagai  “that garden enclosed on all sides, which cannot be violated or corrupted by any deceitful plots.” Ensiklik ini merujuk pada Kitab Kidung Agung 4:12 yang mengatakan bahwa “pengantin” tersebut adalah “kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.”  Rujukan lain mengenai “pengantin”  sebagai sebuah “taman” dapat juga ditemukan dalam bab tersebut.

Dengan begitu, kita telah mengetahui bahwa Bunda Maria, yang dipilih Allah menjadi tempat berdiam-Nya, adalah gambaran sempurna dari prefigur-nya di Perjanjian Lama. 

Sekarang perhatikan Kejadian 3 mengenai kejatuhan manusia ke dalam dosa. Adam dan Hawa tidak menaati Allah dan mereka lebih memilih memakan buah terlarang. Adam dan Hawa dihukum karena hal ini dan mereka diusir dari Taman tersebut: 
Kej 3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
Kej 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. 
Perhatikan sekali lagi bahwa Kerub ditetapkan Allah untuk menjadi penjaga tempat kediaman Allah -  Taman Eden. Dan lebih penting lagi, sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka tidak bisa masuk lagi ke dalam Taman Eden. Hal ini menunjukkan bahwa Taman Eden tempat Allah berdiam tidak dapat bersatu dengan noda dosa.

Penting juga untuk mencatat paralel lain yaitu antara Bait tempat Tabut berada dengan Taman Eden. Kerub menjaga Gerbang Timur Taman Eden (Kej 3:24) dan Gerbang Timur itu juga adalah pintu masuk ke Bait Allah (Yeh 43:1-5, 1 Raj 6:22-35)

Kamus Katolik Modern karya Pater John Hardon, SJ mendefinisikan Kerub sebagai berikut:
KERUB. (plural, Kerubim). Makhluk ciptaan surgawi yang disebutkan dalam Kitab Suci sebagai penjaga dan pelindung. Kerubim adalah penjaga yang ditempatkan di Eden (Kej 3:24); mereka adalah figur-figur emas yang didirikan di Tabut (Kel 25:18). Allah mengendarai Kerub untuk menyelamatkan Daud dari musuh-musuhnya (2 Samuel 22:11). Dalam tradisi Kristen, Kerubim diidentifikasi sebagai malaikat. (Etym. Hebrew kerubh; Latin cherub; Greek cheroub.)
Kita telah melihat Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian yang dilindungi oleh Kerub. Dan kita pun melihat bahwa tempat Allah berdiam yaitu Taman juga dilindungi oleh Kerub. Keduanya dilindungi dari kehadiran noda dosa dengan cara yang sama oleh Kerub.

Oleh karena itu, kita melihat kesaksian yang kuat dari Kerub bahwa Maria adalah tanpa noda dosa termasuk dosa asal karena Allah memberitahu kita dalam wahyu ilahi bahwa Maria adalah Tabut tak bernoda dan Taman Eden yang dilindungi dari noda dosa oleh Kerub. Maria dilindungi dari noda dosa dengan cara yang mengagumkan. 

Pax et Bonum

diadaptasi dari tulisan Sam Entile di blog catholicvoyager.blogspot.com