Langsung ke konten utama

Ajaran Iman Katolik: Kristus dan Gereja Katolik adalah SATU dan TAK TERPISAHKAN

Christus Totus - Kristus Sepenuhnya

Salah satu ajaran Iman Para Rasul dan Bapa Gereja Perdana yang terus diwartakan oleh Gereja Katolik adalah bahwa Kristus dan Gereja Katolik adalah SATU dan TAK TERPISAHKAN. Hubungan Kristus dan Gereja Katolik ini dilukiskan dalam dua hal. Pertama adalah Hubungan Kepala dan Tubuh dimana Kristus adalah Kepala dan Gereja Katolik adalah Tubuh Mistik-Nya. Kedua adalah hubungan perkawinan yang SATU dan TAK TERCERAIKAN dimana Gereja Katolik adalah Mempelai Kristus. Mari kita baca kutipan surat St. Ignatius dari Antiokia kepada umat di Smyrna mengenai kesatuan Kristus dan Gereja Katolik.

Wherever the bishop appears, let the people be there; just as wherever Jesus Christ is, there is the Catholic Church" (St. Ignatius of Antioch, Letter to the Smyrneans 8:2 [A.D. 107]). "Di mana ada uskup, hendaknya umat hadir di situ, sama seperti di mana ada Yesus Kristus, Gereja Katolik hadir di situ."

St. Ignatius dari Antiokia adalah Martir dan Uskup. Dia hidup di zaman Para Rasul. Dia adalah murid St. Yohanes Penulis Injil dan menurut (t)radisi, ia adalah anak kecil yang digendong oleh Yesus sendiri pada perikop Injil Matius 18:1-6. Kisah St. Ignatius bisa ditemukan di note page Iman Katolik sebelumnya. http://www.facebook.com/note.php?note_id=439899875177

Tulisan St. Ignatius ini menunjukkan pada kita bahwa Iman akan kesatuan Kristus dan Gereja Katolik adalah Iman Para Rasul dan Bapa Gereja Perdana.

Paus Yohanes Paulus I (Pendahulu Paus Yohanes Paulus II), dalam audiensi umum 13 September 1978, juga menegaskan hal ini dengan berdasarkan pada tulisan St. Paulus.

"Bacalah surat Santo Paulus: “Corpus Christi quod est Ecclesia (Kol:18)”. Kristus dan Gereja adalah hal yang satu. Kristus lah kepala, Gereja lah Tubuh-Nya. Tidak lah mungkin memiliki iman dan berkata, “Aku percaya pada Yesus tetapi aku tidak menerima Gereja.” (Pope John Paul I, General Audience on September 13, 1978)"

Selanjutnya, tidak lupa juga ditegaskan bahwa Gereja Katolik adalah Mempelai Kristus. Dalam hal ini berarti hubungan antara Kristus dan Gereja Katolik digambarkan dalam bentuk perkawinan yang SATU dan TAK TERCERAIKAN. Berikut saya cantumkan isi Katekismus Gereja Katolik 796 yang memuat dasar Kitab Suci dan (T)radisi Apostolik:

Gereja Adalah Mempelai Kristus (KGK796)
Kesatuan antara Kristus dan Gereja, Kepala dan anggota-anggota Tubuh, berarti juga bahwa kedua-duanya memang berbeda satu dari yang lain, tetapi berada dalam hubungan yang sangat pribadi. Aspek ini sering dinyatakan dengan gambar mempelai pria dan wanita. Bahwa Kristus adalah pengantin pria dari Gereja, telah dinyatakan oleh para nabi, dan Yohanes Pembaptis mengumumkannya (Bdk. Yoh 3:29). Tuhan sendiri menyebut diri sebagai "pengantin pria" (Mrk 2:19, Bdk. Mat 22:1-14; 25:1-13). Sang Rasul melukiskan Gereja dan setiap umat beriman, yang adalah anggota Tubuh Kristus, sebagai seorang mempelai wanita, yang ia tempatkan sebagai "tunangan" Kristus Tuhan, supaya ia menjadi satu roh dengan Dia (Bdk. 1 Kor 6:15-17; 2 Kor 11:2). Ia adalah pengantin wanita tanpa cacat dari Anak Domba tanpa cacat, (Bdk. Why 22:17; Ef 1:4; 5:27). yang "Kristus... kasihi dan untuknya Ia telah menyerahkan diri-Nya,... untuk menguduskannya" (Ef 5:25-26), yang telah Ia ikat dengan diri-Nya melalui perjanjian abadi, dan yang Ia rawat seperti tubuh-Nya sendiri (Bdk. Ef 5:29).

"Seluruh Kristus, Kepala dan Tubuh, satu dari yang banyak... Apakah Kepala yang berbicara atau Tubuh yang berbicara, selalu Kristuslah yang berbicara: Ia berbicara baik dalam peranan-Nya sebagai Kepala [ex persona capitis], maupun dalam peranan Tubuh (ex persona corporis). Apa yang tertulis? 'Keduanya menjadi satu daging. Itu adalah rahasia yang sangat dalam; saya mengenakannya kepada Kristus dan Gereja' (Ef 5:31- 32). Dan Tuhan sendiri berkata dalam Injil: 'Jadi mereka bukan lagi dua melainkan satu daging' (Mat 19:6). Seperti kamu tahu, ada dua pribadi tetapi di pihak lain hanya satu oleh hubungan perkawinan... Sebagai kepala Ia menamakan diri mempelai pria, sebagai tubuh mempelai wanita" (Agustinus, Psal. 74,4).

Dengan demikian, sudah layak dan sewajibnya kita meyakini bahwa Kristus dan Gereja Katolik adalah SATU dan TAK TERPISAHKAN karena inilah Iman Para Rasul dan Iman Para Bapa Gereja. Dalam tulisan ini, Saya pribadi mengajak semua umat Katolik untuk mencintai Kristus DAN Gereja Katolik sepenuh hati dengan taat pada setiap ajaran Iman dan Moral Kristus DAN Gereja Katolik. Saya pun mengajak semua umat Katolik mewartakan ajaran Iman ini sesuai dengan talenta masing-masing kepada setiap orang entah melalui perbuatan, pertanggungjawaban iman dan sebagainya.

Selain itu, Tulisan ini saya buat juga supaya umat Katolik tidak terjebak dalam paham Indifferentisme dan Relativisme Iman yang mengajarkan bahwa semua agama sama-sama menyelamatkan. Paham-paham ini adalah sesat dan telah mereduksi kecintaan umat Katolik kepada Gereja Katolik sebagai Tubuh Mistik dan Mempelai Kristus. Paham-paham sesat ini dapat mematikan evangelisasi dan sebagai akibatnya, banyak jiwa dapat kehilangan keselamatannya.

Pax et Bonum

Renungan Hari Ini

Postingan Populer

Doa-doa Dasar dalam Bahasa Latin

Bahasa Latin telah lama menjadi bahasa resmi Gereja Katolik. Berbagai dokumen resmi Gereja ditulis dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan ke bahasa lainnya. Bahasa Latin berfungsi sebagai ikatan untuk ibadah/ penyembahan Katolik, menyatukan orang-orang dari setiap bangsa dalam perayaan Liturgi Suci, yang memungkinkan mereka untuk menyanyi dan merespon dalam ibadah umum.[1] Pada zaman kuno, Latin adalah bahasa umum hukum dan bisnis, seperti bahasa Inggris yang digunakan masa kini. Pada abad ke-5, karena Kekaisaran Romawi runtuh, Gereja muncul sebagai kekuatan budaya penyeimbang, mempertahankan penggunaan bahasa Latin sebagai sarana untuk persatuan. Bahasa Latin, sebagai bahasa mati di masa kini, bukanlah milik suatu negara. Karena Gereja adalah untuk “semua bangsa, suku dan bangsa,” (Wahyu 11:09) maka sangatlah tepat bahwa Gereja menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa resminya. [2] Signum Crucis / Tanda Salib In nómine Pátris et Fílii et Spíritus Sáncti. ...

Sejarah Terbentuknya Kitab Suci Bagian I

DARIMANA ASALNYA ALKITAB? Saya pernah membawakan suatu materi pada Bina Rohani siswa-siswi Katolik SMA se-Sorowako dan materi yang saya bawakan pada waktu itu adalah sejarah terbentuknya Alkitab. Saat memulai presentasi, saya membawa 2 buah Alkitab. Yang satu Alkitab Katolik yang lengkap dengan tujuh Deuterokanoika sedangkan Alkitab satunya lagi adalah Alkitab versi Protestan yang tidak memiliki kitab-kitab Deuterokanonika. Saya mengatakan kepada mereka bahwa di tangan saya ada 2 macam Alkitab, Alkitab Katolik dan Alkitab Protestan. Saya bertanya kepada mereka apa yang membedakan kedua Alkitab ini dan ternyata mereka mengetahui letak perbedaannya adalah pada ada tidaknya kitab-kitan Deuterokanonika tersebut. Lalu saya mengajukan pertanyaan berikutnya, “Jikalau Alkitab versi Katolik memiliki tujuh kitab Deuterokanonika dan Alktab verso Protestan tidak, lalu manakah yang benar: Gereja Katolik-lah yang telah menambah isi Alkitab dengan tujuh kitab Deuterokanonika itu...

Doa Sebelum Misa Kudus oleh St. Thomas Aquinas

Allah yang mahakuasa dan kekal, Aku datang kepada Sakramen Putra Tunggal-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Aku datang, layaknya seorang pesakitan kepada dokter kehidupan, layaknya seorang yang cemar kepada sumber kerahiman, sebagai seorang yang buta kepada cahaya terang abadi, sebagai seorang yang miskin dan membutuhkan kepada Tuhan pencipta langit dan bumi.