Langsung ke konten utama

Santo Yosef, Sang Redemptoris Custos (Pelindung Sang Penebus)

 
Tidak ada seorang manusia yang begitu terlibat dalam rahasia Inkarnasi seperti Maria. Akan tetapi di samping Maria, berdirilah Yosef. Apakah yang kita ketahui tentang Yosef? Sangat sedikit, terutama yang menyangkut kejadian-kejadian. Namun apa yang kita ketahui sungguh besar artinya. Kitab Suci hanya membicarakan tentang dia secara sepintas lalu. Kita tidak menemukan suatu perkataan yang diucapkan olehnya. Kita hanya mengetahui bagaimana ia berpikir, bagaimana ia merasa takut, bagaimana ia selalu hidup terarah kepada Tuhan, dan selalu siap menerima suara dari atas dan melaksanakannya. Tetapi tidak ada satu kali pun di mana ia ditempatkan sebagai orang yang langsung berbicara kepada kita.

Kehidupan Yosef

Kitab Suci hanya memberitakan tentang Yosef dalam kejadian yang ada hubungannya dengan inkarnasi dan dengan masa remaja Yesus. Selanjutnya kita tidak mengetahui sesuatu apapun tentang kehidupannya. Dari kehidupannya yang lampau hanya disampaikan bahwa ia adalah seorang yang melakukan yang benar (Mati 1:19).
Ia berasal dari keluarga Daud. Walaupun begitu keluarga ini rupanya tidak termasuk kalangan yang terpandang dan berpengaruh di daerah itu. Yosef sendiri seorang tukang kayu. Kita tidak dapat mengandaikan bahwa ia melakukan pekerjaan yang sangat biasa untuk orang di pedesaan. Setidak-tidaknya ia termasuk orang miskin, karena pada waktu pentahiran Maria di kenisah, ia hanya membawa dua ekor merpati untuk dikorbankan.
Injil memberitakan tentang Yosef ketika ia sudah bertunangan dengan Maria. Kita tidak tahu berapa umurnya pada saat itu. Tetapi tidak ada alasan untuk menggambarkannya sebagai seorang pria yang tua.

Perkawinan antara Yosef dan Maria adalah perkawinan yang bersifat perawan. Sudah sejak semula Maria mempunyai maksud untuk hidup sebagai perawan. Jika tidak, maka perkataan: “tetapi saya masih perawan, bagaimana hal itu bisa terjadi? (Luk 1:34)”, tidak berarti sama sekali. Rencana Tuhan berjalan terus, walaupun mereka hidup dalam perkawinan yang perawan itu. Dengan perkawinan itu, Yesus mendapat seorang ayah menurut hukum, seorang penjaga dan seorang pelindung. Menurut pendapat orang, Yesus adalah anak Yosef (Luk 3:23)

Ketika rencana Tuhan hendak berlangsung, Yosef dihadapkan kepada kesukaran yang luar biasa. Kemungkinan sesudah Maria kembali dari kunjungannya kepada Elisabet, kelihatanlah tanda-tanda bahwa Maria telah mengandung, tanpa diketahui sebab-sebabnya. Yosef melihat dan menjadi bingung. Satu hal sudah pasti; anak ini bukan anaknya. Segera terlintas pula dalam pikirannya, bahwa ia harus menceraikannya; cara yang paling baik ialah meninggalkan Maria secara diam-diam.

Sementara ia berpikir demikian, datanglah Tuhan mengakhiri kebimbangannya. Maria adalah isterinya. Maria telah dipilih Tuhan untuk menjadi Bunda Penebus. Dan ia sendiri dapat mendampingi Maria dan anaknya. Malaikat menyalami dia dengan perkataan anak Daud; dengan demikian ditegaskan bahwa ia mempunyai hubungan khusus dengan Mesias.

Selama hidup di Nazaret, tidak ada seorang pun tahu siapa sebenarnya Anak Maria ini. Tetapi Yosef tahu. Ia tahu juga mengapa Anak itu diberi nama Yesus dan untuk apa Anak itu dilahirkan.

Setelah Injil memberitakan bahwa Yesus yang berumur dua belas tahun itu kembali dari Yerusalem ke Nazaret, kita tidak mendengar sesuatu apa lagi tentang Yosef. Dari kenyataan bahwa Yosef tidak lagi disebut-sebut lagi dalam penampilan Yesus ke depan umum, dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa Yosef sudah meninggal sebelum Yesus mulai dengan pengkhotbahan-Nya. Ada alasan cukup untuk mengatakan bahwa Yesus dan Maria mendampinginya pada saat-saat terakhir kehidupannya.

MARTABAT YOSEF
Hubungan yang terdapat antara Yosef dengan Maria dan Yesus memberikan kepada Yosef suatu tempat khusus. Para Rasul dan Yohanes Pembabtis juga mempunyai hubungan khusus dengan Sang Penebus. Namun, dalam rahasia inkarnasi mereka adalah orang-orang luar. Mereka tidak berperan di dalam inkarnasi. Sebaliknya, Yosef mempunyai peran di situ. Tidak secara langsung, tetapi melalui perkawinannya dengan Maria. Di dalam perkawinan itulah Yesus dilahirkan sehingga Yosef dengan sesungguhnya dinamakan bapa-Nya. Di dalam Injil, Yosef biasanya dinamakan Bapa. Ibu dan bapa Anak itu heran mendengar apa yang dikatakan Simeon tentang anak itu (Luk2:33). Dan Maria sendiri mempergunakan perkataan itu: “Nak, mengapa Kau berbuat demikian kepada kami? Bapa-Mu dan saya cemas mencari Engkau” (Luk 2:48).

Renungan Hari Ini

Postingan Populer

Respon terhadap Respon Romo Daniel Bambang dari Gereja Orthodox Indonesia

Para Kepala Gereja Katolik Timur Hari ini, Kamis 17 Mei 2012, tepat pada Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, saya menghadiri seminar sehari di Bandung yang diadakan oleh Gereja Orthodox Indonesia dengan Romo Daniel Bambang sendiri selaku Pemimpin Gereja Orthodox Indonesia sebagai narasumber utamanya (Di Ortodoks, terdapat pula hierarki seperti Diakon, Imam dan Uskup). Judul seminar itu adalah “Di Manakah Gereja Para Rasul Sekarang?”. Dalam seminar ini, hadir berbagai peserta dari berbagai latar belakang agama berbeda. Ada dari agama Islam, Protestan, Konghucu, Buddha dsb. Seminar ini diadakan hasil kerjasama Gereja Orthodox Indonesia bersama Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) dan komunitas Layar Kita.

Doa-doa Dasar dalam Bahasa Latin

Bahasa Latin telah lama menjadi bahasa resmi Gereja Katolik. Berbagai dokumen resmi Gereja ditulis dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan ke bahasa lainnya. Bahasa Latin berfungsi sebagai ikatan untuk ibadah/ penyembahan Katolik, menyatukan orang-orang dari setiap bangsa dalam perayaan Liturgi Suci, yang memungkinkan mereka untuk menyanyi dan merespon dalam ibadah umum.[1] Pada zaman kuno, Latin adalah bahasa umum hukum dan bisnis, seperti bahasa Inggris yang digunakan masa kini. Pada abad ke-5, karena Kekaisaran Romawi runtuh, Gereja muncul sebagai kekuatan budaya penyeimbang, mempertahankan penggunaan bahasa Latin sebagai sarana untuk persatuan. Bahasa Latin, sebagai bahasa mati di masa kini, bukanlah milik suatu negara. Karena Gereja adalah untuk “semua bangsa, suku dan bangsa,” (Wahyu 11:09) maka sangatlah tepat bahwa Gereja menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa resminya. [2] Signum Crucis / Tanda Salib In nómine Pátris et Fílii et Spíritus Sáncti. ...

Sejarah Terbentuknya Kitab Suci Bagian I

DARIMANA ASALNYA ALKITAB? Saya pernah membawakan suatu materi pada Bina Rohani siswa-siswi Katolik SMA se-Sorowako dan materi yang saya bawakan pada waktu itu adalah sejarah terbentuknya Alkitab. Saat memulai presentasi, saya membawa 2 buah Alkitab. Yang satu Alkitab Katolik yang lengkap dengan tujuh Deuterokanoika sedangkan Alkitab satunya lagi adalah Alkitab versi Protestan yang tidak memiliki kitab-kitab Deuterokanonika. Saya mengatakan kepada mereka bahwa di tangan saya ada 2 macam Alkitab, Alkitab Katolik dan Alkitab Protestan. Saya bertanya kepada mereka apa yang membedakan kedua Alkitab ini dan ternyata mereka mengetahui letak perbedaannya adalah pada ada tidaknya kitab-kitan Deuterokanonika tersebut. Lalu saya mengajukan pertanyaan berikutnya, “Jikalau Alkitab versi Katolik memiliki tujuh kitab Deuterokanonika dan Alktab verso Protestan tidak, lalu manakah yang benar: Gereja Katolik-lah yang telah menambah isi Alkitab dengan tujuh kitab Deuterokanonika itu...