Langsung ke konten utama

Bulan Juni didedikasikan kepada Hati Kudus Yesus




 Bulan Juni didedikasikan kepada Hati Kudus Yesus Kristus. Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus dirayakan tahun ini pada tanggal 27 Juni 2025, bertepatan dengan hari libur nasional. 

Devosi kepada Hati Kudus Yesus berasal dari Kristus sendiri, karena hati-Nya tertusuk saat penyaliban. Prefasi Misa Hati Kudus menyatakan, "Ia mengalirkan darah dan air dari lambung-Nya yang ditikam; dari situlah memancar sakramen-sakramen Gereja agar semua orang, yang ditarik kepada Hati Juru Selamat yang terbuka itu, senantiasa minum dari sumber-sumber keselamatan dengan gembira." Dengan fokus khusus pada hati-Nya yang menderita, orang-orang kudus di kemudian hari seperti St. Lutgarde, seorang Biarawati, wafat tahun 1246; St. Matilda, seorang Benediktin, wafat tahun 1298; dan St. Gertrude, seorang Benediktin, wafat tahun 1302, masing-masing berkontribusi untuk memajukan devosi kepada Hati Kudus Yesus.

Namun, St. Margareta Maria Alacoque-lah yang terutama bertanggung jawab untuk menyebarkan devosi zaman modern kita. Selama kurun waktu 18 bulan, dari tahun 1673 hingga 1675, Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dan meminta agar Ia dihormati di bawah gambar Hati Kudus-Nya. Bagaimana orang-orang harus menunjukkan penghormatan kepada hati-Nya? Pertama, dengan mempersembahkan diri mereka kepada hati-Nya, diikuti oleh tindakan pemulihan, pengorbanan kecil (mirip dengan permintaan di Fatima), dan kemudian pengabdian kepada Hati Kudus-Nya yang manusiawi dan terluka melalui praktik pengabdian Jumat Pertama (menerima Komuni Kudus, Pengakuan Dosa, dan menghabiskan satu jam di hadapan Sakramen Mahakudus), dan berdoa Litani Hati Kudus.

Tuhan Yesus membuat 12 janji kepada mereka yang memenuhi pengabdian Jumat Pertama. Janji-janji ini termasuk rahmat, kedamaian, penghiburan dari masalah, berkat, belas kasihan, pertumbuhan dalam iman, dan peningkatan dalam kekudusan. Yang paling penting adalah bahwa mereka "yang menyebarkan pengabdian ini akan memiliki nama mereka yang tertulis selamanya di hati-Ku." Selain itu, mereka yang menerima Komuni pada hari Jumat pertama, selama sembilan bulan berturut-turut akan memperoleh rahmat pertobatan terakhir: mereka tidak akan meninggal tanpa menerima sakramen-sakramen. Dan, janji ke-10 ditujukan kepada para imam: "Aku akan memberikan kepada para imam kuasa untuk menyentuh hati yang paling keras sekalipun."

Jadi, bagaimana dengan Anda dan rumah atau apartemen Anda? Apakah ada gambar Hati Kudus yang dipajang dengan jelas? Apakah Hati Kristus berkuasa dalam keluarga Anda? Apakah Anda akan memberikan penghormatan dengan tempat khusus, atau berdoa Litani Hati Kudus selama bulan Juni?

Renungan Hari Ini

Postingan Populer

Doa-doa Dasar dalam Bahasa Latin

Bahasa Latin telah lama menjadi bahasa resmi Gereja Katolik. Berbagai dokumen resmi Gereja ditulis dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan ke bahasa lainnya. Bahasa Latin berfungsi sebagai ikatan untuk ibadah/ penyembahan Katolik, menyatukan orang-orang dari setiap bangsa dalam perayaan Liturgi Suci, yang memungkinkan mereka untuk menyanyi dan merespon dalam ibadah umum.[1] Pada zaman kuno, Latin adalah bahasa umum hukum dan bisnis, seperti bahasa Inggris yang digunakan masa kini. Pada abad ke-5, karena Kekaisaran Romawi runtuh, Gereja muncul sebagai kekuatan budaya penyeimbang, mempertahankan penggunaan bahasa Latin sebagai sarana untuk persatuan. Bahasa Latin, sebagai bahasa mati di masa kini, bukanlah milik suatu negara. Karena Gereja adalah untuk “semua bangsa, suku dan bangsa,” (Wahyu 11:09) maka sangatlah tepat bahwa Gereja menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa resminya. [2] Signum Crucis / Tanda Salib In nómine Pátris et Fílii et Spíritus Sáncti. ...

Sejarah Terbentuknya Kitab Suci Bagian I

DARIMANA ASALNYA ALKITAB? Saya pernah membawakan suatu materi pada Bina Rohani siswa-siswi Katolik SMA se-Sorowako dan materi yang saya bawakan pada waktu itu adalah sejarah terbentuknya Alkitab. Saat memulai presentasi, saya membawa 2 buah Alkitab. Yang satu Alkitab Katolik yang lengkap dengan tujuh Deuterokanoika sedangkan Alkitab satunya lagi adalah Alkitab versi Protestan yang tidak memiliki kitab-kitab Deuterokanonika. Saya mengatakan kepada mereka bahwa di tangan saya ada 2 macam Alkitab, Alkitab Katolik dan Alkitab Protestan. Saya bertanya kepada mereka apa yang membedakan kedua Alkitab ini dan ternyata mereka mengetahui letak perbedaannya adalah pada ada tidaknya kitab-kitan Deuterokanonika tersebut. Lalu saya mengajukan pertanyaan berikutnya, “Jikalau Alkitab versi Katolik memiliki tujuh kitab Deuterokanonika dan Alktab verso Protestan tidak, lalu manakah yang benar: Gereja Katolik-lah yang telah menambah isi Alkitab dengan tujuh kitab Deuterokanonika itu...

Doa Sebelum Misa Kudus oleh St. Thomas Aquinas

Allah yang mahakuasa dan kekal, Aku datang kepada Sakramen Putra Tunggal-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Aku datang, layaknya seorang pesakitan kepada dokter kehidupan, layaknya seorang yang cemar kepada sumber kerahiman, sebagai seorang yang buta kepada cahaya terang abadi, sebagai seorang yang miskin dan membutuhkan kepada Tuhan pencipta langit dan bumi.